Rumah
Tuhan, aku ingin bercerita.
Sekarang, saat ini. Aku berada di suatu tempat. Sebuah bangunan, tempat dimana aku berteduh bersama keluargaku sejak aku kecil. Sebuah tempat yang dulu selalu aku sebut sebagai rumah.
Entah sejak kapan, definisiku tentang rumah berubah.
Dulu, itulah rumahku. Tempat dimana aku tinggal dan menjalani keseharian bersama keluargaku.
Tapi sekarang, bagiku rumah bukan lagi sekedar tempat tinggal.
Rumah adalah tempat dimana aku pulang, kembali dari segala rutinitas. Tempat dimana aku mencari ketenangan dan kenyamanan, melepaskan semua penat, lelah, dan resah.
Ya. Dulu, disanalah rumahku.
Tapi tidak sekarang.
Disana bukan lagi rumahku.
Tempat itu tak lagi bisa kujadikan sebagai rumah. Tak ada lagi ketenangan dan kenyamanan yang aku cari.
Tempat ini sudah berubah fungsi.
Sekarang, di sini adalah tempat di mana aku harus mencari lubang2 kecil untuk bersembunyi, melindungi diriku dari ancaman ketidaknyamanan, ketidaktenangan, amarah, pandangan tak bersahabat, ataupun kalimat-kalimat yang menyakitkan.
Dia. Orang yang seharusnya bisa aku jadikan pelindung, justru kini ku rasa sebagai ancaman terbesar dalam hidupku.
Tolong, Tuhan..
Bantu aku untuk kembali menjadikan tempat itu sebagai rumahku.
Karena ada orang-orang yg aku cintai di dalamnya.
Termasuk dia.

