Long Journey

Sebuah perjalanan panjang penuh warna...

0 notes

Rumah

Tuhan, aku ingin bercerita.

Sekarang, saat ini. Aku berada di suatu tempat. Sebuah bangunan, tempat dimana aku berteduh bersama keluargaku sejak aku kecil. Sebuah tempat yang dulu selalu aku sebut sebagai rumah.

Entah sejak kapan, definisiku tentang rumah berubah.
Dulu, itulah rumahku. Tempat dimana aku tinggal dan menjalani keseharian bersama keluargaku.
Tapi sekarang, bagiku rumah bukan lagi sekedar tempat tinggal.
Rumah adalah tempat dimana aku pulang, kembali dari segala rutinitas. Tempat dimana aku mencari ketenangan dan kenyamanan, melepaskan semua penat, lelah, dan resah.

Ya. Dulu, disanalah rumahku.
Tapi tidak sekarang.
Disana bukan lagi rumahku.
Tempat itu tak lagi bisa kujadikan sebagai rumah. Tak ada lagi ketenangan dan kenyamanan yang aku cari.
Tempat ini sudah berubah fungsi.
Sekarang, di sini adalah tempat di mana aku harus mencari lubang2 kecil untuk bersembunyi, melindungi diriku dari ancaman ketidaknyamanan, ketidaktenangan, amarah, pandangan tak bersahabat, ataupun kalimat-kalimat yang menyakitkan.

Dia. Orang yang seharusnya bisa aku jadikan pelindung, justru kini ku rasa sebagai ancaman terbesar dalam hidupku.

Tolong, Tuhan..
Bantu aku untuk kembali menjadikan tempat itu sebagai rumahku.
Karena ada orang-orang yg aku cintai di dalamnya.
Termasuk dia.

0 notes

Aneh rasanya. Ketika harus kembali ke rumah, yang tak lagi dirasa sebagai rumah.

0 notes

Pelajaran mlm ini:
Utk para org tua dan calon org tua, perlu direnungkan bbrp hal:
seorang anak butuh pengakuan&kebanggaan dr org tuanya; seorang anak membutuhkan kehadiran orang tuanya secara real, dan bukan hanya keberadaan org tuanya; mendidik dengan kekerasan (baik scr fisik maupun verbal) blm tentu membuat anak menjadi penurut, bahkan bisa jd kebalikannya dan berakibat fatal terhadap fisik ataupun psikis-nya di kemudian hari; pemberian reward & punishment harus sesuai porsi, agar tepat guna; sebagai org tua, tdk perlu khwtr kehilangan “wibawa” hanya karena menunjukkan ekspresi dari rasa sayang trhdp anaknya; luka batin seorang anak sangat sulit di hapus, dan akan terukir seumur hidupnya.
Catatan hebat dari sebuah film luar biasa

0 notes

Adalah luar biasa. Ketika rumah sudah tidak lagi dirasakan sebagai rumah.

1 note

Klausa

gending:

Setiap masalah datang dan pergi seperti angin. Menghantam tanpa permisi dan lewat begitu saja, meninggalkan sejuk.

Sejatinya, mereka datang dalam bentuk yang sama. Hanya kacamata kita yang berbeda. Yang membuatnya menjadi lebih berwarna dari sudut pandang yang lain.

Sedang pemahaman baru akan terwujud jika kita mengalami dan menjalani. Itu saja yang bisa saya, kamu, kita lakukan. Melebur didalamnya bersama gelombang hidup dan rahasianya.

Dan setiap masalah akan membekali kita perisai dan perlengkapan baru yang semakin hebat untuk menapaki kehidupan selanjutnya.

0 notes

Seseorang pernah berpesan padaku: Jadi perempuan itu, harus pintar menyenangkan diri sendiri.

Ya, aku paham sekarang…

0 notes

Berjalan dengan terpaksa adalah siksaan.
Aku tahu itu.
Berjalanlah dengan inginmu.
Semoga kita bertemu di muara harap yang sama.

4 notes

Gending: Aku Sakit.

kiyuku:

Aku sakit olehmu.
Kau adalah monster di hariku, yang siap mencakar kapanpun kau mau.
Bukan sekedar amarah, tapi kemurkaan yang telah kau sulut dlm diriku.
Andai membunuh itu dihalalkan Tuhanku, mungkin sejak dulu kulakukan itu.

Tapi di atas semua itu, ada satu hal yang (mungkin)…

Terima kasih…
Andai saja ku bisa, pasti kulakukan dengan tanganku sendiri.
Tapi aku tak bisa, sayang..
Aku begitu mencintainya.
Aku mencintainya dengan jenis cinta yang takkan terhapus oleh sejarah.
Dan aku yakin, cintaNYA-lah yang kelak akan menjadikannya indah..